Selasa, 31 Desember 2013

RADIKAL BEBAS



Radikal bebas adalah atom atau senyawa yang kehilangan pasangan elektronnya. Proses metabolisme sehari-hari yang merupakan proses biokimia akan menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang bersifat sementara karena dengan cepat akan diubah menjadi suatu senyawa yang tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, bila terjadi reaksi yang berlebihan di dalam tubuh maka akan terjadi perampasan elektron oksigen tersebut sehingga menjadi tidak berpasangan dan atom oksigen akan menjadi radikal bebas yang berusaha mengambil elektron dari senyawa lain sehingga terjadilah reaksi berantai. Proses terbentuknya radikal bebas tidak diketahui secara pasti. Namun demikian, radikal bebas dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti banyaknya polusi udara akibat asap kendarahan bermotor maupun lingkungan yang penuh dengan asap rokok.
Mekanisme radikal bebas melalui 3 tahap yaitu :
  1. Inisiasi (permulaan)
  2. Propagasi (pertumbuhan dan perambatan)
  3. Terminasi
Misalnya mekanisme klorinasi metana dengan persamaan reaksi berikut yang dapat terimbas cahaya maupun terimbas panas. Mekanismenya adalah sebagai berikut Inisiasi
Cl – Cl → 2Cl-
1.      Propagasi
Selanjutnya radikal Cl- pada inisiasi akan menghasilkan sederet reaksi pertumbuhan sebagai berikut:
Cl- + H – CH3 → H3C + H – Cl
H3C + Cl – Cl → CH3Cl + Cl-
H3C + Cl – Cl → CH2Cl2 + Cl
Dan seterusnya membentuk CHCl3 dan CCl4
2.      Terminasi
Daur propagasi akan terputus pada terminasi dengan terjadinya reaksi penggabungan (cooping)
Cl + H3C        → CH3 – Cl
H3C + H3C → CH3 – CH3


Pertanyaan :

1. Bagaimana radikal yang terjadi pada molekul khlor beserta langkah-langkahnya ?
2. Bagaimana cara memusnahkan radikal dalam senyawa organik ?
3. Reaksi Khlorinasi dari radikal bebas metan yang  menghasilkan hasil campuran ?


Dibantu komentar jawaban nya ya teman-temand
Terima kasih :) GBU


                                              

Jumat, 27 Desember 2013

KONTROL TERMODINAMIKA DAN KONTROL KINETIKA DALAM SENYAWA ORGANIK KHUSUSNYA REAKSI KARBONIL


KONTROL TERMODINAMIK DAN
KONTROL KINETIKA DALAM SENYAWA ORGANIK

Ada banyak hal dalam mana suatu senyawa di bawah kondisi reaksi yang diberikan dapat mengalami reaksi kompetisi menghasilkan produk yang berbeda.
Lihat tabel persamaan berikut  :

Memperlihatkan profil energi-bebas untuk suatu reaksi dalam mana B lebih stabil secara termodinamika daripada C (ΔG lebih rendah), tapi C terbentuk lebih cepat (ΔG‡ lebih rendah). Jika tidak ada satupun reaksi yang revesibel maka C akan terbentuk lebih banyak karena terbentuk lebih cepat. Produk tersebut dikatakan terkontrol secara kinetik (kinetically controlled). Akan tetapi, jika reaksi adalah reversibel maka hal tersebut tidak menjadi penting. jika proses dihentikan sebelum kesetimbangan tercapai maka reaksi akan dikontrol oleh kinetik karena akan lebih banyak diperoleh produk yang cepat terbentuk. Akan tetapi jika reaksi dibiarkan sampai mendekati kesetimbangan maka produk yang akan dominan adalah B. di bawah kondisi tersebut, C yang mula-mula terbentuk akan kembali ke A, sementara B yang lebih stabil tidak berkurang banyak. Maka dikatan bahwa produk terkontrol secara termodinamik (thermodynamically controlled). Tentu saja table diatas tidak menggambarkan semua reaksi dalam mana senyawa A dapat memberikan dua produk. Di dalam banyak hal, produk yang lebih stabil adalah juga merupakan produk lebih cepat terbentuk. Di dalam hal yang demikian, produk kontrol kinetik adalah juga produk kontrol termodinamika.

Hubungan Energi Bebas Linear Dan Efek Substituent
Untuk terjadinya reaksi secara spontan, energi bebas produk harus lebih rendah daripada energi bebas reaktan, yakni ΔG harus negatif. Reaksi dapat saja berlangsung melalui jalan lain, tapi tentu saja hanya jika energi bebas ditambahkan. Energi bebas terbuat dari dua komponen yaitu entalpi ΔH dan entropi ΔS. Kuantitas tersebut dihubungkan dengan persamaan:


ΔG = ΔH – TΔS
 



Oleh karena itu karena kontrol termodinamika dan kontrol kinetika sangat berkaitan dengan intermediate dan dalam menghasilkan produk  salah satu diantaranya adalah Reaksi Karbonil yang sangat diperlukan dalam Reaksi Sintesis Senyawa Organik.

Mohon di koment ya teman-teman,Semoga Bermanfaat   :-)

Rabu, 04 Desember 2013

Hubungan teori asam-basa Bronsted Lowry dengan Arrhenius



Hubungan antara teori Bronsted-Lowry  dan teori Arrhenius
Teori bronsted lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius yang menjelaskan Teori bronsted lowry => perluasan teori dari Arrhenius,dimana ion hidroksida tetap berlaku  sebagai basa karena ion hidroksida menerima ion hydrogen dari asam dan membentuk air. Asam menghasilkan ion hydrogen dalam larutan karena asam bereaksi dengan molekul air melalui pemberian sebuah proton dalam melekul air ketika gas hydrogen klorida dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam hidrokklorida,molekul hydrogen klorida memberiksaan sebuah proton (sebuah ion hydrogen) ke molekul air.ikatan koordinasi (kovalen dativ ) terbentuk pda oksigen dan hydrogen dari HCl.menghasilkan ion hidroksonium, H3O+.Ketika asam yang bereaksi dengan basa dan yang berfungsi sebagai asam adalah ion hidroksonium.Sebagai contoh ditransferkan dari ion hidroksonium ke ion hidroksida untuk mendapatkan air.

Pertanyaan :
1.      Bagaimana menentukan sifat asam dan basa pada larutan HCl (aq) / amoniak (NH3)  bila   direaksikan dengan air (H2O),menurut teori Arhhenius dan menurut teori Bronsted lowry  ?
                                                                                    
2.      Bagaimana sifat dan berapa pH yang diperoleh  larutan garam (NaCl) setelah dilarutkan dalam air  (H2O) menurut konsep Asam-Basa Arrhenius dan bronsted Lowry ?

Selasa, 03 Desember 2013



MAKALAH KIMIA ANALITIK II
DESTILASI UAP


           MAGDALENA NORMALINA.S  : F1C111053 
    PRODI                                      : KIMIA

  





KEMENTRIAN DAN KEBUDAYAAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2013/2014

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................
BAB  I : PENDAHULUAN..................................................................
          1.1. LATAR BELAKANG..........................................................
          1.2. RUMUSAN MASALAH......................................................
          1.3. TUJUAN................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III: PEMBAHASAN......................................................................
3.1. PENGERTIAN DESTILASI UAP.........................................
          3.2 BAGIAN ALAT-ALAT . …………………………………………..
3.3. PRINSIP KERJA. ………..……………......................
3.4 . KEGUNAAN …...............………………………….............
3.5.KEUNTUNGAN & KERUGIAN ………………………….
BAB III: KESIMPULAN...................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH Yang Maha Esa yang selalu melimpahkan rahmat dan karunianya pada kita semua,sehingga kami dapat membuat makalah kimia analitk II  dengan sebaik-baiknya.Adapun judul penulisan makalah ini adalah “DESTILASI UAP”.
Makalah ini jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran guna untuk  membangun penulisan makalah di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kami sebagai penulis dan yang membaca.








                                                                                                                                                 Maret 2013


                                                                                           Penulis




BAB I
 PENDAHULUAN

I.1     LATAR BELAKANG
Dalam makalah ini, kami membahas materi tentang DESTILASI UAP.Materi ini sangat penting untuk dipelajari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgydGeShnTU5IeuD1XUgN2X9e0pbuiFGbYZ2PlGN3OR5l1BTOlhizbO1zJh-MrOd9jawCh0eaprA5RAH5w67Zi7yE-9G0O8u51kJHy7JcnYhHpVYeqZijnvAsspT5zTw8AKQDC6h1mJGvg/s320/sedarhana.JPG
Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni .

Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat.

I.2.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui definisi dari destilasi UAP
2.      Mengetahui tujuan dari destilasi UAP
3.      Mengetahui produk yang dihasilkan serta alat yang digunakan dalam destilasi UAP
4.      Memahami treatment dan proses destilasi UAP
5.      Menghetahui aplikasi destilasi UAP pada skala laboratorium dan skala industri.

I.3.    METODE PENULISAN
            Dalam menulis makalah ini, kami memperoleh kajian materi dari beberapa sumber, yaitu studi literatur dari buku-buku yang terkait dengan topik dan berbagai artikel dari internet.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4.

Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar. Ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).


Destilasi adalah suatu proses pemisahan yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini bekerja untuk memisahkan suatu campuran menjadi komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didih. Destilasi ini selalu digunakan untuk memisahkan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya, dan sangat diperlukan dalam industri obat-obatan.

Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor.
 Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk.

Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.

Destilasi (penyulingan) merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen.

Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni .









BAB III
PEMBAHASAN

3.1 PENGERTIAN DESTILASI DESTILASI UAP

Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.

Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap).

Distilasi uap digunakan untuk memisahkan campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 °C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 °C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih.


         
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgydGeShnTU5IeuD1XUgN2X9e0pbuiFGbYZ2PlGN3OR5l1BTOlhizbO1zJh-MrOd9jawCh0eaprA5RAH5w67Zi7yE-9G0O8u51kJHy7JcnYhHpVYeqZijnvAsspT5zTw8AKQDC6h1mJGvg/s320/sedarhana.JPG

Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponen-komponennya.

Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cairan atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRX_e4NI9ymjiIn8kVZ6HQ-eKXii7Qi4-E8sjFfnTuqowFCS_VK

 

 

            3.2 SKEMA ALAThttps://docs.google.com/gview?url=http%3A%2F%2Fwww.suryadi.webege.com%2Fweb_documents%2Fdestilasi_uap_ppt.pdf&docid=cc23c71a761e1bffc8145ab5224eaf99&a=bi&pagenumber=17&w=838

3.3 PRINSIP DESTILASI UAP                       

Prinsip dasar Destilasi uap adalah mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.

Destilasi memiliki prinsip kerja utama dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya, yang paling dahulu menguap merupakan yang bersifat volatil atau mudah menguap. Uap tersebut akan masuk ke dalam pipa pada kondensor (terjadi proses pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke erlenmeyer yang disebut juga destilat.

3.3 KEGUNAAN

Destilasi uap berfungsi untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.

Hasil destilasi disebut destilat dan sisanya disebut residu. Jika hasil destilasinya berupa air, maka disebut sebagai aquadestilata (aquades).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbVVvNQActNvfehAitxxesPJDxaBsFPkVK-gkIMeah2gs5wPxJlinl6jIqslFqVCmssVIMTomTmy-8tiL0OdJRpXx8sdfpGn4vlrESDw0vsNb_kbKHih-rsq9jntD3n_CbnVCFwL13NV8/s320/Simple_distillation_apparatus.png

Destilasi uap umumnya digunakan untuk memurnikan senyawa organic yang terdestilasi uap (volatile), tidak tercamourkan dengan air, mempunyai tekanan uap yang tinggi pada 100 derajat C dan mengandung pengotor yang tidak atsiri (nonvolatile).

Destilasi uap dapat dipertimbangkan untuk menyari serbuk simplisia yang mengandung komponen yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal. Pada pemanasan biasa kemungkinan akan terjadi kerusakan zat aktifnya. Untuk mencegah hal tersebut maka pemurnian dilakukan dengan destilasi uap.

Dengan adanya uap air yang masuk, maka tekanan kesetimbangan uapzat kandungan kan diturunkan menjadi sama dengan tekanan bagian didalam suatu system, sehingga produk akan terdestilasi dan terbawa oleh uap air yang mengalir.

Destilasi uap juga suatu proses pemindahan massa kesuatu media massa yang bergerak . Uap jenuh akan membasahi permukaan bahan, melunakkan jaringan dan menembus kedalam melalui dinding sel, dan zat aktif akan pindah ke rongga uap air yang aktif dan selanjutnya akan pindah ke rongga uap yang bergerak melalui antar fasa. Proses ini disebut hidrodifusi.

3.4 keuntungan dan kerugian

http://herusasongko.staff.mipa.uns.ac.id/files/2012/05/galenika-7.jpg

Keuntungan :

1.Terjadi pembengkakan sel sehingga uap air mudah mempenetrasi jaringan untuk membawa minyak keluar

2.Pembebasan minyak lebih mudah

3.Uap melindungi minyak dari oksidasi

Kondensasi minyak serta air dalam pendingin terjadi dalam waktu sama, sehingga mengurangi minyak yang terlarut dalam air

Kerugian :

1.Peralatan rumit karena perlu ketel penghasil uap

2.Ketel tersebut memerlukan konstruksi yang kuat serta alat pengaman yang baik dibanding metode penyulingan lain

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

v  Destilasi secara umum yaitu Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk pemisahan 2 komponen atau lebih berdasarkan perbedaan titik didih senyawanya. Destilasi secara sederhana yaitu proses penguapan cairan kemudian mengkondensasikannya kedalam suatu wadah dengah bantuan kondensor.

v  Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi mendestilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung

v  Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).

v  Aplikasi dari destilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.

.

4.2 SARAN

Sebaiknya pembuatan makalah ini harus diiringi dengan praktikum terlebih dahulu.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Khopkar, SM. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press
Soebagio. 2003. Kimia Analitik II. Jakarta : IMSTEP

Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta : PT Kalman Media

Team Teaching DDPA. 2012. Modul Praktikum Dasar Dasar Pemisahan Analitik. Gorontalo; UNG

Zulfikar. 2010. “ Destilasi ”  http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/pemisahan-kimia-dan-analisis/destilasi/. Diunduh Tanggal 2 Mei 2012. Pukul 18.28 WITA

Anonim. 2010. “Destilasi Uap ”http://lifechemicals.blogspot.com/2010/12/destilasi-uap.html. Diunduh Tanggal 2 Mei 2012. Pukul 18.34 WITA

Junaidi, wawan.2010. “Pengertian Destilasi ”http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/07/pengertian-distilasi.html. Diunduh Tanggal 2 Mei 2012. Pukul 18.49 WITA