MAKALAH
KIMIA ANALITIK II
DESTILASI
UAP

MAGDALENA
NORMALINA.S : F1C111053
PRODI : KIMIA
KEMENTRIAN DAN KEBUDAYAAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2013/2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................
DAFTAR
ISI.........................................................................................
BAB I :
PENDAHULUAN..................................................................
1.1. LATAR
BELAKANG..........................................................
1.2. RUMUSAN
MASALAH......................................................
1.3. TUJUAN................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III:
PEMBAHASAN......................................................................
3.1.
PENGERTIAN DESTILASI UAP.........................................
3.2 BAGIAN ALAT-ALAT . …………………………………………..
3.3. PRINSIP
KERJA. ………..……………......................
3.4 . KEGUNAAN
…...............………………………….............
3.5.KEUNTUNGAN
& KERUGIAN ………………………….
BAB III: KESIMPULAN...................................................................
DAFTAR
PUSTAKA..........................................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH Yang
Maha Esa yang selalu melimpahkan rahmat dan karunianya pada kita semua,sehingga
kami dapat membuat makalah kimia analitk II dengan sebaik-baiknya.Adapun judul penulisan
makalah ini adalah “DESTILASI UAP”.
Makalah
ini jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran
guna untuk membangun penulisan makalah
di masa yang akan datang. Semoga
makalah ini dapat berguna
dan bermanfaat bagi kami sebagai penulis dan
yang membaca.
Maret 2013
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Dalam makalah ini, kami membahas materi tentang DESTILASI UAP.Materi
ini sangat penting untuk dipelajari.
Destilasi merupakan suatu proses
pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara
sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap
tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor.
Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan
titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah
zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun
manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk
memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya
destilasi air laut menjadi air murni .
Destilasi adalah suatu proses pemurnian
yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya,
kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah
perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut
sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih
dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat
murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang
didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah
menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada
pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat.
I.2. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui definisi dari destilasi UAP
2.
Mengetahui tujuan dari destilasi UAP
3.
Mengetahui produk yang dihasilkan serta alat yang digunakan dalam destilasi
UAP
4.
Memahami treatment dan proses destilasi UAP
5.
Menghetahui aplikasi destilasi UAP pada skala laboratorium dan skala industri.
I.3. METODE PENULISAN
Dalam menulis
makalah ini, kami memperoleh kajian materi dari beberapa sumber, yaitu studi
literatur dari buku-buku yang terkait dengan topik dan berbagai artikel dari
internet.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4.
Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar. Ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).
Destilasi adalah suatu proses pemisahan
yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini bekerja untuk
memisahkan suatu campuran menjadi komponen-komponennya berdasarkan perbedaan
titik didih. Destilasi ini selalu digunakan untuk memisahkan minyak bumi
menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya, dan
sangat diperlukan dalam industri obat-obatan.
Destilasi adalah suatu
proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara
memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Destilasi merupakan
suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik
didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair
lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan
kondensor.
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang
didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian
mengembunkan uap yang terbentuk.
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Destilasi (penyulingan) merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen.
Destilasi merupakan suatu proses
pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara
sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap
tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor.
Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan
titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah
zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun
manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk
memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya
destilasi air laut menjadi air murni .
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 PENGERTIAN DESTILASI DESTILASI UAP
Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.
Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap).
Distilasi uap digunakan untuk memisahkan campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 °C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 °C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih.
Uap air yang dialirkan ke dalam
labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan
titik didih senyawa tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah
dari pada titik didih komponen-komponennya.
Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cairan atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.
3.2
SKEMA ALAT
3.3 PRINSIP DESTILASI UAP
Prinsip dasar Destilasi uap adalah mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.
Destilasi memiliki prinsip kerja utama dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya, yang paling dahulu menguap merupakan yang bersifat volatil atau mudah menguap. Uap tersebut akan masuk ke dalam pipa pada kondensor (terjadi proses pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke erlenmeyer yang disebut juga destilat.
3.3 KEGUNAAN
Destilasi uap berfungsi untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.
Hasil destilasi disebut destilat dan sisanya disebut residu. Jika hasil destilasinya berupa air, maka disebut sebagai aquadestilata (aquades).
Destilasi uap umumnya digunakan untuk memurnikan senyawa organic yang terdestilasi uap (volatile), tidak tercamourkan dengan air, mempunyai tekanan uap yang tinggi pada 100 derajat C dan mengandung pengotor yang tidak atsiri (nonvolatile).
Destilasi uap dapat dipertimbangkan untuk menyari serbuk simplisia yang mengandung komponen yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal. Pada pemanasan biasa kemungkinan akan terjadi kerusakan zat aktifnya. Untuk mencegah hal tersebut maka pemurnian dilakukan dengan destilasi uap.
Dengan adanya uap air yang masuk, maka tekanan kesetimbangan uapzat kandungan kan diturunkan menjadi sama dengan tekanan bagian didalam suatu system, sehingga produk akan terdestilasi dan terbawa oleh uap air yang mengalir.
Destilasi uap juga suatu proses pemindahan massa kesuatu media massa yang bergerak . Uap jenuh akan membasahi permukaan bahan, melunakkan jaringan dan menembus kedalam melalui dinding sel, dan zat aktif akan pindah ke rongga uap air yang aktif dan selanjutnya akan pindah ke rongga uap yang bergerak melalui antar fasa. Proses ini disebut hidrodifusi.
3.4 keuntungan dan kerugian
Keuntungan :
1.Terjadi pembengkakan sel sehingga uap air mudah mempenetrasi jaringan untuk membawa minyak keluar
2.Pembebasan minyak lebih mudah
3.Uap melindungi minyak dari oksidasi
Kondensasi minyak serta air dalam pendingin terjadi dalam waktu sama, sehingga mengurangi minyak yang terlarut dalam air
Kerugian :
1.Peralatan rumit karena perlu ketel penghasil uap
2.Ketel tersebut memerlukan konstruksi yang kuat serta alat pengaman yang baik dibanding metode penyulingan lain
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
v Destilasi secara umum yaitu Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk pemisahan 2 komponen atau lebih berdasarkan perbedaan titik didih senyawanya. Destilasi secara sederhana yaitu proses penguapan cairan kemudian mengkondensasikannya kedalam suatu wadah dengah bantuan kondensor.
v Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi mendestilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung
v Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).
v Aplikasi dari destilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.
.
4.2 SARAN
Sebaiknya pembuatan makalah ini harus diiringi dengan
praktikum terlebih dahulu.




Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus